Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1 HEADER

Strategi Operasi: Perencanaan dan Penerapan Dalam Manajemen Bisnis yang Baik

Strategi operasi dalam sebuah perencanaan sebuah bisnis sangatlah dibutuhkan. Pengelolaan manajerial yang baik tidak akan pernah terpengaruh oleh pengaruh pasar luar. 

Mereka selalu memetakan arah untuk diri mereka sendiri dan bahkan mencoba mempengaruhi pasar untuk bergerak ke arah pemetaannya. 

Di tempat kerja, mereka selalu merencanakan strategi bisnis bagi karyawan untuk diajak bekerja sama. Jadi bagaimana proses perencanaan strategis bisnis?

strategi manajemen operasional Perencanaan dan Penerapan

Baca Juga : Strategi Jitu Menangani Resiko Usaha Dan Cara Mengatasinya

Definisi Strategi Operasi

Strategi operasi adalah suatu sikap komitmen terhadap seluruh kegiatan yang disiapkan dan direncanakan dalam lingkup perusahaan. 

Kegiatan yang akan dilaksanakan disini memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada secara maksimal serta melakukan proses informasi demi tercapainya distinctive competence serta tujuan operasi perusahaan.

Apa tujuan dari penerapan strategi operasi?

Strategi operasional adalah visi dari fungsi operasional yang menentukan arah keseluruhan  atau kekuatan pendorong pengambilan keputusan. 

Dalam sebuah strategi operasional tentunya harus menghasilkan model pengembalian  yang konsisten atas keputusan operasional dan juga keunggulan kompetitif bagi perusahaan.

Baca juga: Media Online Sebagai Kebutuhan Hidup Generasi Milenial

Apa saja indikator strategi operasional?

Indikator pengaruh sebagai pembentukan strategi operasional adalah:

  1. Komitmen terhadap kegiatan pada lingkup perusahaan.
  2. Mengetahui kondisi yang ada saat ini dan yang direncanakan.
  3. Proses transformasi, yaitu kegiatan perusahaan yang dapat mengubah masukan menjadi nilai tambah keluaran.

Proses Strategi Operasi Manajemen Bisnis yang Efektif

Apa saja komponen strategi operasi?
Ada 4 tahapan proses strategi operasi yang harus dilakukan yaitu tahap penetapan tujuan, pengembangan strategi, persiapan perencanaan strategi, evaluasi. Berikut deskripsinya:

1. Penetapan Tujuan (mission)

Merumuskan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai perusahaan di masa yang akan datang.

Sasaran tersebut harus realistis dan dapat diukur yang mewakili dengan tepat apa yang ingin dicapai perusahaan.

Dalam proses perencanaan strategis, tujuan khusus harus: pendapatan, laba, pangsa pasar, reinvestasi.

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan ketika menetapkan tujuan adalah:

  1. keinginan pemegang saham.
  2. Kemampuan finansial.
  3. Peluang.
  4. Menilai situasi

Ada dua bidang yang akan dinilai:

  • Menilai lingkungan bisnis : Mempelajari lingkungan bisnis untuk menentukan faktor-faktor apa dalam lingkungan saat ini yang menghadirkan ancaman atau peluang bagi tujuan dan strategi perusahaan. Menilai lingkungan bisnis mencakup sejumlah faktor seperti: ekonomi, peristiwa politik, teknologi, tekanan pasar, hubungan dan masyarakat.
  • Penilaian sumber daya internal : Menganalisis kekuatan dan kelemahan perusahaan secara menyeluruh dalam aspek-aspek berikut: Manajemen, Pemasaran, keuangan, kegiatan produksi, penelitian dan pengembangan (R&D).

2. Pengembangan strategi

Setelah menyelesaikan tahap evaluasi, perencana melanjutkan ke tahap seleksi.

Untuk memiliki pilihan, perlu mempertimbangkan variabel internal serta variabel objektif.

Pilihan biasa jelas dari semua informasi yang relevan di bagian evaluasi dari proses perencanaan.

Namun, untuk membuat pilihan, setiap proyek harus dipertimbangkan dalam hal biaya, penggunaan sumber daya yang langka, jadwal waktu dan keterjangkauan relatif.

3. Mempersiapkan dan melaksanakan rencana strategis

Mempersiapkan dan menerapkan rencana strategis melibatkan dua proses yang berbeda tetapi saling terkait:

1.  Fase organisasi : adalah proses implementasi yang melibatkan pengorganisasian orang dan sumber daya untuk memperkuat pilihan.

2. Fase kebijakan : pengembangan kebijakan alam untuk mengkonsolidasikan fungsi, pilihan strategis yang lebih rinci.

3. Pendekatan Pengembangan yang Menguntungkan

Yakni upaya untuk menyusun sebuah program kerja yang berpotensi mendatangkan banyak keuntungan dan laba dalam jumlah besar. Perekmbangan yang menguntungkan bisa mewujudkan keseimbangan yang sangat menguntungkan antara lingkungan perusahaan dan saran yang tersedia.

4. Pendekatan SWOT

SWOT atau Strenghts, Weaknesses, Opportunities, dan Threats atau yang lebih dikenal dengan kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman.

Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats adalah singkatan dari SWOT. Analisis SWOT merupakan metode perencanaan strategis yang berguna dalam menilai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman suatu proyek. 

4. Evaluasi dan kendalikan rencana

Pada tahap proses perencanaan strategis bisnis ini, manajer senior menentukan apakah pilihan strategis mereka dalam model implementasi konsisten dengan tujuan bisnis. Ini adalah estimasi biasa dan proses pengendalian strategi manajemen operasional, tetapi akan ada penambahan skala.

Factor-faktor yang mendorong untuk penerapan strategi operasi:

  1. Menekan budget atau biaya (efisiensi) & meningkatkan kualitas produk
  2. Melemahnya bargaining position dalam menghadapi suplier bahan baku,suku cadang atau komponen yang diperlukan.
  3. Kompetitor pesaing semakin kuat dalam pemasaran produk yang sama
  4. Ketiadaan atau kelangkaan SDM profesional untuk bidang keahlian tertentu dalam menciptakan kemampuan khusus.

Kesimpulan

Strategi operasi adalah komponen yang sangat utama dalam penanganan dan perhatian khusus, agar seluruh proses operasi di dalam bisnis akan berjalan sesuai target rencana yang telah dibuat.

Perencanaan strategi operasi yang baik tidak lepas dari pengelolaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan perusahan.

Tanpa data keuangan yang faktual, tentunya kalian bisa membuat rencana dan strategi operasional bagi bisnismu. Buatlah laporan keuangan berdasarkan data transaksi yang real dan minim kesalahan.

Baca juga: