Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1 HEADER

Menurut Ahli : Salah Tentukan Positioning Adalah Fatal Akibatnya


Pahami kesalahan membidik positioning adalah fatal akibatnya. Menurut para ahli positioning ibarat kita membidik sasaran dengan anak panah yang tepat. Salah membidik atau menggunakan anak panah yang kurang tepat menyebabkan produk akan terpeleset alias gagal di pasaran. Merek apa saja sih yang sukses melakukan positioning dan merek apa yang mengalami kegagalan? 
Menurut Ahli : Salah Tentukan Positioning Adalah Fatal Akibatnya

Salah Menentukan Positioning Adalah Fatal 

“Posisi menentukan prestasi” demikian pameo yang sering kita dengar. Posisi itu penting dan sering menentukan nasib baik dan buruk seseorang. Begitupun dalam konteks merek, mereka harus punya posisi yang jelas dan unik di benak konsumen. Karena kalau tidak, merek dengan mudah dilupakan konsumen dan tenggelam dalam arus persaingan. 

Jack Trout

Dalam kondisi persaingan yang begitu keras, positioning akan menjadi faktor penyebab yang kuat (distinctive) suatu produk dengan lainnya. Begitu pentingnya positioning, Jack Trout sudah lebih dari 40 tahun berkoar tentang pentingnya positioning. Menurut Jack Trout,”Positioning is a game people play in today’s me-too product.”

Kemudian dari  buku yang berjudul Positioning: The Battle of Your Mind yang ditulinya bersama Al Ries dikatakan : "Positioning is not what you do to a product. Positioning is what you do to the mind of the prospect. That is, you positionin (place) the product in the mind of the prospect.” Sejak saat itu positioning menjadi elemen penting dari marketing. 

Handi Irawan

Pakar marketing dan Chairman Frontier Consulting Group, Handi Irawan juga sangat mewanti-wanti soal positioning. Ia menggolongkan positioning pada 6 dasar yang menentukan keberhasilan dan kegagalan suatu produk. Kalau suatu merek masih melempeng dan sulit bersaing di pasar, mungkin saja penyebabnya kesalahan dalam menentukan positioning merek.

Secara umum positioning, menurut Handi Irawan adalah  bagaimana konsumen berpikir dan merasakan sebuah merek (brand positioning defines the way you consume to think and feel about your brand). Secara lebih spesifik, positioning adalah berarti representasi karakter sebuah produk. Karakter tersebut harus punya value yang tinggi dan unik agar bisa bersaing di pasar.

Dari pendapat kedua pakar tersebut, dapat disimpulkan bahwasannya positioning bukanlah suatu yang tiba-tiba jatuh dari langit atau bisa tercipta dengan sendirinya dengan hanya mengandalkan kemurahan hati konsumen. Karena itu positioning mesti harus dirancang dan dibangun dengan serius agar tepat dalam menyusun strategi penetapan posisi produk.

Positioning dalam pemasaran itu sendiri pada akhirnya masuk dalam ranah benak konsumen, karena ia bergantung pada bagaimana konsumen mempersepsikan sebuah produk dibandingkan produk lain.

Dalam persaingan yang sangat ketat ini, Perusahaan dituntut untuk menjaga produknya di masyarakat. Dengan menjaga produknya maka perushaan itu akan menjadi baik dalam menjual produknya. Hal ini disebabkan karena perusahaan tepat dalam membidik pasar untuk penyebaran produknya. Oleh karena itu tujuan positioning produk akan lebih stabil dalam bersaing serta bertahan dalam penguasaan market tersebut sesuai kategorinya.