Apakah Boleh Pembeli Dikenakan Biaya Tambahan Saat Bayar Pakai QRIS? Cek Aturannya!

Setiyan.my.id - Saat kasir meminta tambahan Rp500 atau 1% karena Anda membayar lewat QRIS, wajar bila Anda ragu. Biaya tambahan saat bayar pakai QRIS bukan biaya yang boleh dipindahkan begitu saja kepada pembeli.

QRIS adalah standar pembayaran nasional, bukan sekadar gambar kode di meja kasir. Karena itu, transaksi dan biayanya punya aturan dari Bank Indonesia. Pahami batasnya agar Anda tak membayar pungutan yang seharusnya bukan tanggung jawab Anda.

  • Merchant dilarang membebankan biaya MDR QRIS kepada pembeli dalam bentuk surcharge.
  • Batas nominal transaksi QRIS maksimal Rp10 juta per transaksi, tetapi aplikasi bisa memiliki limit lebih rendah.
  • Selalu cocokkan nama merchant di layar ponsel dengan toko tempat Anda berbelanja.
  • Jika saldo terpotong tetapi transaksi gagal, simpan bukti dan segera hubungi penerbit aplikasi pembayaran.
  • QRIS tidak meminta PIN, OTP, atau data kartu saat Anda memindai kode pembayaran.
Sebelum mendalami sisi regulasinya, pastikan Anda sudah memahami cara kerja dasar metode pembayaran QRIS agar tidak salah saat bertransaksi di kasir.

QRIS adalah standar nasional yang diawasi BI

Quick Response Code Indonesian Standard, atau QRIS, menyatukan berbagai aplikasi pembayaran dalam satu standar kode QR. Anda bisa membayar memakai mobile banking atau dompet digital yang mendukung QRIS tanpa meminta kode berbeda untuk setiap aplikasi.

Bank Indonesia mengatur penyelenggaraan QRIS dan para pihak yang terlibat di dalamnya. Maka, toko tidak bebas membuat aturan pembayaran sendiri, termasuk menambahkan biaya di luar harga barang.

Aturan ini melindungi Anda dari pungutan di kasir yang sering diberi nama "biaya admin", "biaya scan", atau "biaya QR". Nama boleh berbeda, tetapi substansinya tetap sama jika biaya itu muncul hanya karena Anda memilih QRIS.

Batas transaksi QRIS untuk pengguna

Menurut ketentuan resmi QRIS Bank Indonesia, nominal transaksi dibatasi maksimal Rp10.000.000 per transaksi. Namun, limit yang tampil di aplikasi Anda bisa lebih kecil.

Penerbit, seperti bank atau penyedia dompet digital, dapat menetapkan limit harian dan limit kumulatif sendiri. Saldo e-wallet Anda juga menentukan apakah pembayaran dapat diteruskan. Jadi, kegagalan transaksi di atas nominal tertentu belum tentu berarti kode QR toko bermasalah.

Batas tersebut membantu mengurangi risiko penyalahgunaan, pencucian uang, dan transaksi tidak wajar. Untuk pembelian normal di toko, restoran, atau layanan harian, limit ini biasanya sudah lebih dari cukup.

Limit QRIS adalah batas sistem pembayaran, bukan alasan toko untuk mengenakan biaya tambahan kepada Anda.

Biaya tambahan saat bayar pakai QRIS dilarang

Jawaban singkatnya, pembeli tidak boleh dikenakan biaya tambahan saat bayar pakai QRIS. Merchant dilarang memindahkan Merchant Discount Rate, atau MDR, kepada konsumen sebagai surcharge.

MDR adalah biaya yang dibayarkan merchant kepada penyedia jasa pembayaran. Besarannya berbeda sesuai kategori usaha dan nilai transaksi. Per 15 Maret 2025, MDR usaha mikro untuk transaksi sampai Rp500.000 adalah 0%. Untuk transaksi usaha mikro di atas Rp500.000, tarifnya 0,3%. Usaha kecil, menengah, dan besar dikenai 0,7%.

Artinya, biaya tersebut adalah bagian dari pengelolaan metode pembayaran oleh penjual. Jika harga minuman Rp20.000, lalu kasir meminta Rp20.500 khusus untuk QRIS, tambahan Rp500 itu bukan kewajiban Anda.

Tampilan kode QRIS resmi dengan logo GPN dan Bank Indonesia sebagai metode pembayaran digital yang aman dan legal.

pelanggan pindai qris kasir

Bank Indonesia juga mengimbau konsumen untuk melaporkan merchant yang membebankan biaya tambahan QRIS. Simpan struk, foto informasi biaya di kasir, atau tangkapan layar transaksi bila Anda menemukannya.

Bila Anda ingin memahami sisi merchantnya, baca juga penjelasan tentang biaya dan potongan QRIS. Dengan begitu, Anda bisa membedakan MDR yang sah dari pungutan yang dibebankan ke pembeli.

Kenali QRIS legal sebelum menekan tombol bayar

Kode QR bisa ditempel di mana saja. Karena itu, jangan terburu-buru saat aplikasi membuka halaman konfirmasi pembayaran. Periksa nama merchant yang muncul di layar ponsel Anda.

Nama tersebut harus masuk akal dan sesuai dengan toko fisik, gerai, atau layanan yang Anda gunakan. Bila Anda sedang membayar di kedai kopi, tetapi layar menampilkan nama pribadi atau usaha lain yang tak dikenal, batalkan transaksi.

Perhatikan juga nominal pembayaran sebelum menekan "Bayar". Kode QRIS statis meminta Anda memasukkan nominal sendiri, sedangkan QRIS dinamis biasanya sudah menampilkan jumlah tagihan. Kesalahan ketik angka tetap bisa terjadi pada kedua jenis kode.

Tanda lain yang patut dicurigai adalah stiker QR tampak menutupi kode lama, kualitas cetaknya buram, atau kasir mengarahkan Anda membayar ke rekening pribadi. Jika ragu, minta kasir menunjukkan QRIS resmi milik toko.

Saldo terpotong, tetapi transaksi gagal: lakukan ini

Transaksi gagal dengan saldo terpotong memang membuat panik, apalagi saat Anda sedang mengantre. Namun, jangan membayar ulang sebelum Anda mengecek status transaksi di aplikasi. Pembayaran kedua dapat membuat Anda membayar dua kali jika transaksi pertama ternyata berhasil.

Catat waktu, nominal, nama merchant, dan nomor referensi transaksi. Lalu tunjukkan bukti tersebut kepada kasir agar mereka memeriksa mutasi atau notifikasi pembayaran dari pihak merchant.

Setelah itu, hubungi layanan pelanggan bank atau dompet digital yang Anda pakai. Penerbit aplikasi punya data transaksi dan jalur penanganan pengembalian dana. Merchant juga perlu membantu konfirmasi apabila dana sudah masuk pada sisi mereka.

Waktu pengembalian dana tidak selalu sama karena tergantung hasil penelusuran transaksi oleh pihak terkait. Tetap simpan bukti sampai statusnya selesai. Jika penanganannya buntu, gunakan kanal pengaduan resmi penyedia jasa pembayaran dan sertakan semua bukti.

Data pribadi tetap harus Anda jaga

QRIS tidak meminta nomor kartu, PIN, kata sandi, atau OTP saat Anda memindai kode. Proses pembayaran berjalan melalui aplikasi bank atau e-wallet yang sudah Anda buka dan amankan sendiri.

Meski begitu, keamanan transaksi tetap bergantung pada kebiasaan Anda. Jangan pernah memberikan OTP kepada kasir, orang yang mengaku petugas, atau pihak yang menghubungi lewat pesan. OTP adalah kunci otorisasi, bukan data untuk diverifikasi oleh toko.

Gunakan aplikasi resmi dan perbarui aplikasi saat tersedia pembaruan keamanan. Selain itu, aktifkan PIN atau biometrik pada ponsel agar orang lain tak bisa membuka aplikasi pembayaran ketika perangkat Anda hilang.

QRIS tetap praktis dan aman untuk transaksi harian selama Anda memeriksa merchant serta nominal sebelum membayar. Anda juga tidak perlu menanggung MDR merchant dalam bentuk biaya tambahan di kasir.

Jika ada pungutan khusus QRIS, simpan buktinya dan laporkan melalui jalur yang tepat. Hak Anda adalah membayar sesuai harga belanja, bukan harga belanja ditambah biaya metode pembayaran.