Kenapa Jualan di Marketplace Sepi? Penyebab dan Cara Mengatasiny
Pemilik UMKM melihat dashboard penjualan marketplace bertuliskan “0 order” di laptop
“Kok sudah upload banyak tapi order masih nol?”
Sudah upload 50 produk, rapihin etalase, bahkan sudah ikut gratis ongkir tapi order tetap sepi?
Rasanya campur aduk: capek, bingung, kadang jadi mikir “produkku jelek ya?” Padahal sering kali masalahnya bukan di produk, tapi di cara produkmu “dibaca” oleh algoritma marketplace dan cara calon pembeli menilai toko kamu dalam 3–5 detik pertama.
Kalau kamu sedang mengalami jualan di marketplace sepi, diartikel setiyan ini akan bantu kamu bedah penyebabnya satu per satu, lalu memperbaikinya dengan langkah yang realistis tanpa janji instan.
Cara Kerja Algoritma Marketplace (Versi Sederhana, Tapi Kepake)
Infografis Alur Algoritma Marketplace
Di marketplace populer Indonesia seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, TikTok Shop, dan Bukalapak, sistemnya mirip: marketplace ingin menampilkan produk yang paling mungkin dibeli agar pembeli puas dan balik lagi.
Secara umum, produk bisa muncul di:
- Pencarian (search)
- Rekomendasi (homepage/feeds)
- Halaman kategori
- Produk serupa (related products)
Faktor yang biasanya memengaruhi ranking produk
Algoritma tiap marketplace berbeda dan bisa berubah, tapi pola besarnya biasanya berkutat di “relevansi” + “performa”.
-
Relevansi kata kunci (Keyword Match)
Judul, kategori, atribut, variasi, dan deskripsi membantu sistem memahami produkmu. Kalau kamu jual “kaos oversize pria”, tapi judulnya “Kaos Keren Premium”, sistem bingung: ini kaos apa untuk siapa?
-
CTR (Click Through Rate)
CTR = berapa banyak orang yang melihat lalu klik produkmu. Dipengaruhi oleh foto utama, judul, harga, label promo, rating, dan jumlah terjual.
-
Conversion Rate (Tingkat Konversi)
Setelah orang klik, apakah mereka checkout? Dipengaruhi oleh harga total (termasuk ongkir), kualitas foto, kejelasan variasi, deskripsi, kepercayaan toko, dan ulasan.
-
Rating dan ulasan
Produk dengan rating tinggi dan review meyakinkan cenderung lebih dipercaya. Review juga membantu menjawab keraguan calon pembeli.
-
Kecepatan respons chat & performa toko
Respons lambat membuat calon pembeli pindah. Marketplace menilai toko yang siap melayani sebagai toko sehat.
-
Ketersediaan stok & konsistensi performa
Produk sering habis, variasi kosong, atau cancel tinggi bisa menurunkan performa listing.
Penyebab Umum Jualan Marketplace Sepi (dan Solusi Cepatnya)
Kalau jualan di marketplace sepi, biasanya bukan satu faktor. Ini kombinasi “tidak kebaca” + “tidak diklik” + “tidak jadi dibeli”.
1) Judul produk tidak SEO (tidak sesuai pola pencarian)
Gejala:
- Impression rendah (produk jarang muncul)
- Muncul tapi di halaman belakang
Solusi:
- Pakai format judul yang mengandung kata kunci utama + spesifikasi penting.
- Contoh pola: [Jenis Produk] + [Target] + [Keunggulan] + [Ukuran/Varian]
- Contoh: “Kaos Oversize Pria Cotton Combed 24s Lengan Pendek XL”
2) Foto utama kurang “menghentikan scroll”
Gejala: Impression ada, tapi klik kecil (CTR rendah)
Solusi:
- Foto utama wajib jelas, terang, dan fokus pada produk.
- Hindari kolase berantakan untuk foto pertama (kecuali kategori tertentu yang memang cocok).
- Tambahkan 1–2 foto “konteks pemakaian” di slide berikutnya.
3) Harga terlihat tidak kompetitif (bukan harus termurah)
Gejala: Banyak klik, sedikit checkout (konversi rendah)
Solusi:
- Cek harga kompetitor di halaman 1–2 pencarian kata kunci yang sama.
- Perhatikan harga total: harga produk + ongkir – voucher.
- Mainkan strategi: varian entry-level untuk pancing klik, atau bundling untuk menaikkan value.
4) Deskripsi tidak menjawab keraguan pembeli
Gejala: Banyak klik tapi tidak jadi beli
Solusi:
- Deskripsi harus menghapus keraguan: material/komposisi, ukuran, isi paket, cara pakai/perawatan, kebijakan retur/garansi.
5) Tidak ada review (atau review kurang meyakinkan)
Solusi: Fokus dulu ke produk “hero” untuk kumpulkan transaksi dan ulasan. Pastikan packing rapi agar rating aman, dan sisipkan kartu “mohon ulasan jujur”.
6) Tidak ikut fitur promo/gratis ongkir (atau tidak terlihat ikut)
Solusi: Ikuti program yang relevan dan aman untuk margin. Jika margin tipis, atur minimum pembelian atau gunakan bundling.
7) Target pasar tidak jelas
Solusi: Tentukan 1–2 persona utama dan sesuaikan angle manfaat (hemat waktu, awet, mudah dipakai, dll.).
8) Produk terlalu umum (red ocean) tanpa pembeda
Solusi: Tambahkan diferensiasi: paket, bonus relevan, garansi tukar ukuran, foto lebih meyakinkan, atau niche yang lebih spesifik.
9) Tidak optimasi kata kunci di atribut & variasi
Solusi: Pastikan kategori tepat, atribut lengkap, variasi rapi. Banyak marketplace membaca atribut sebagai sinyal relevansi.
Kesalahan Mindset Seller Pemula (yang Bikin Toko Stuck)
- Fokus upload banyak, bukan optimasi lebih baik optimasi 10 produk terbaik daripada 100 produk asal ada.
- Tidak riset keyword marketplace penamaan produk harus mengikuti cara pembeli mencari.
- Tidak analisa kompetitor halaman 1 kamu jadi menebak standar pasar.
- Tidak membangun trust deskripsi kosong, foto gelap, variasi membingungkan, toko jarang online.
- Mengabaikan respons chat di banyak kategori, chat adalah “kasir”.
Cara Mengatasi Jualan Sepi (Step-by-Step)
Strategi Fundamental (Wajib Beres Dulu)
-
Riset keyword marketplace (30–60 menit)
- Buka kolom pencarian marketplace
- Ketik kata inti
- Catat autosuggest
- Buka 10 produk teratas dan lihat pola judul/variasi/benefit
- Optimasi judul produk berbasis pencarian gunakan urutan: jenis produk + target + fitur + ukuran/isi.
- Gunakan foto yang menjual minimal 6 foto: utama, detail, ukuran, pemakaian, isi paket, bukti/garansi.
- Perbaiki deskripsi bullet manfaat + spesifikasi + isi paket + catatan penting.
- Rapikan variasi produk nama jelas, stok aman, foto variasi bila memungkinkan.
- Manfaatkan promo & gratis ongkir tetap jaga margin dengan bundling atau minimum pembelian.
Strategi Lanjutan (Kalau Pondasi Sudah Oke)
- Iklan marketplace secara terukur mulai dari 1–3 produk terbaik, pantau klik/add to cart/order, matikan keyword yang boros.
- Bundling produk buat paket hemat agar tidak perang harga.
- Flash sale strategy pilih produk yang demand-nya sudah ada dan stok aman.
- Analisa kompetitor rutin foto pertama, harga, voucher, variasi, ulasan & keluhan.
- Retarget pembeli lama paket repeat order, follow-up sesuai aturan, alasan kembali (varian baru/restock).
- Tingkatkan rating & review dengan SOP QC, packing rapi, cut off jam kirim, respons komplain cepat.
Studi Kasus / Simulasi Perubahan (Realistis)
Kondisi sebelum optimasi (2 minggu)
- Judul: “Kaos Premium Kekinian”
- Foto: gelap, background ramai, tanpa size chart
- Deskripsi: 2 baris
Hasil simulasi:
- Impression: 3.000
- Klik: 45 (CTR 1,5%)
- Order: 1 (konversi 2,2% dari klik)
Setelah optimasi (2 minggu berikutnya)
- Judul: “Kaos Oversize Pria Cotton Combed 24s – Basic Polos – S-XXL”
- Foto utama clean + size chart + foto pemakaian
- Deskripsi bullet: bahan, ketebalan, ukuran, panduan size
- Varian warna populer + stok aman
- Ikut promo yang tidak merusak margin
Hasil simulasi:
- Impression: 8.500
- Klik: 255 (CTR 3%)
- Order: 12 (konversi 4,7% dari klik)
Insight Tren Marketplace Indonesia
- Persaingan makin ketat — kategori matang makin sulit tanpa diferensiasi.
- Algoritma makin berbasis performa — listing yang menghasilkan transaksi cenderung diprioritaskan.
- Konsumen sensitif harga & review — fokus ke harga total dan bukti sosial.
- Branding toko jadi pembeda — identitas visual konsisten + pelayanan rapi meningkatkan trust.
(Opsional) Peluang monetisasi: affiliate marketplace & brand jangka panjang
Kalau kamu punya audiens (TikTok/IG/komunitas), kamu bisa mengarahkan traffic ke listing via program affiliate (sesuai aturan platform) sambil membangun brand toko sendiri (kemasan, story, repeat order). Ini membantu kamu tidak hanya bergantung pada traffic internal marketplace.
FAQ
Q: Kenapa produk tidak muncul di pencarian?
A: Biasanya karena relevansi keyword rendah (judul/kategori/atribut kurang tepat), listing belum punya performa, atau keyword terlalu umum. Mulai dari keyword long-tail yang lebih spesifik.
Q: Apakah harus pakai iklan marketplace biar laku?
A: Tidak wajib. Iklan membantu mempercepat jika listing sudah rapi. Kalau belum optimasi, iklan sering hanya menambah biaya.
Q: Berapa lama toko baru bisa dapat order?
A: Tergantung kategori dan kompetisi. Umumnya 1–4 minggu adalah fase uji. Fokus pada 5–10 produk terbaik untuk mengumpulkan sinyal performa dan review.
Q: Apakah rating mempengaruhi ranking?
A: Biasanya ya secara tidak langsung. Rating & ulasan meningkatkan trust, konversi naik, dan performa listing membaik.
Q: Bagaimana cara riset produk yang laris?
A: Gunakan autosuggest pencarian, lihat produk teratas, perhatikan “terjual”, ulasan, dan variasi paling sering dibeli. Pilih yang demand-nya jelas dan kamu punya pembeda.
Q: Kenapa sudah banyak klik tapi tidak ada order?
A: Biasanya masalah di konversi: harga total/ongkir, foto kurang meyakinkan, deskripsi kurang jelas, variasi membingungkan, atau trust toko masih rendah.
Kesimpulan + Call to Action
Kalau jualan di marketplace sepi, penyebabnya biasanya ada di tiga titik: produk kurang muncul (relevansi & optimasi), produk muncul tapi tidak diklik (CTR rendah), atau sudah diklik tapi tidak jadi beli (konversi & trust).
Marketplace adalah sistem berbasis algoritma dan performa. Kabar baiknya: kamu bisa memperbaikinya dengan cara yang terukur—rapikan fundamental dulu, lalu lanjutkan strategi lanjutan.
Langkah paling aman: pilih 5 produk utama, riset keyword, optimasi judul + foto + deskripsi + variasi, jalankan 14 hari, lalu evaluasi CTR dan konversinya.
Baca juga artikel menarik lainnya di setiyan.my.id untuk bantu kamu naik level di marketplace dan bisnis online
Kalau kamu sering belanja online, luangkan waktu baca artikel ini: “Cara Aman Belanja Online di Marketplace agar Terhindar Penipuan” supaya kamu lebih paham ciri penjual bermasalah, trik penipuan yang sering terjadi, dan cara belanja yang tetap aman.
Posting Komentar untuk "Kenapa Jualan di Marketplace Sepi? Penyebab dan Cara Mengatasiny"
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar kalian yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. . Mohon maaf bila komentar yang tidak memenuhi kriteria atau relevan dengan postingan artikel halaman ini akan setiyan hapus.