13 Tips Interview Kerja Fresh Graduate Agar Diterima

Tips Interview Kerja
Interview Kerja Fresh Graduate


Memasuki dunia kerja ibarat menjelajahi wilayah baru yang penuh dengan peluang dan rintangan bagi para fresh graduate. 

Wawancara kerja adalah salah satu tantangan terbesar. Baik fresh graduate maupun praktisi HRD khawatir tentang proses ini. Fresh graduate ingin menunjukkan kemampuan mereka, tetapi mereka belum banyak pengalaman dengan situasi formal seperti wawancara. 

Di sisi lain, praktisi HRD memiliki tugas besar untuk memilih kandidat yang tepat untuk posisi penting di perusahaan. Untuk menentukan arah karir seorang fresh graduate, proses wawancara kerja sangat penting. 

Oleh karena itu, penting bagi para fresh graduate untuk mempersiapkan diri dengan baik agar mereka dapat tampil sebaik mungkin dan meningkatkan peluang mereka untuk diterima di tempat kerja.

BACA JUGA:

I. Persiapan Sebelum Berangkat

A. Mencari Tahu Seluk Beluk Perusahaan

1. Riset Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan:
  • Pahami nilai-nilai inti dan tujuan perusahaan.
  • Pelajari budaya kerja dan ekspektasi terhadap karyawan.
  • Temukan keselarasan antara nilai diri dan budaya perusahaan.
2. Pelajari Produk atau Jasa yang Ditawarkan:
  • Pahami produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan.
  • Pelajari keunggulan dan keunikan produk/jasa dibandingkan pesaing.
  • Tunjukkan antusiasme dan pemahaman terhadap produk/jasa.

B. Menyiapkan Mental dan Penampilan

1. Latihan Menjawab Pertanyaan Umum:

  • Siapkan jawaban untuk pertanyaan umum seperti "Ceritakan tentang diri Anda" dan "Kenapa Anda tertarik dengan posisi ini?".
  • Latih jawaban dengan jelas, ringkas, dan fokus pada poin-poin penting.
  • Tunjukkan antusiasme dan passion terhadap peran yang dilamar.
2. Memilih Pakaian Formal dan Rapi:
  • Kenakan pakaian formal yang sesuai dengan budaya perusahaan.
  • Pastikan pakaian bersih, rapi, dan tidak kusut.
  • Perhatikan aksesoris dan tata rias yang pantas dan tidak berlebihan.

C. Mempersiapkan Dokumen yang Dibutuhkan

1. Menata Rapi Resume dan Portofolio (Jika Ada):
  • Buat resume yang ringkas, informatif, dan sesuai dengan format yang diminta.
  • Sorot pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar.
  • Sertakan portofolio jika memungkinkan untuk menunjukkan bakat dan kemampuan.
2. Membawa Fotocopy Sertifikat dan Piagam Penghargaan (Jika Ada):
  • Siapkan fotokopi sertifikat dan piagam penghargaan yang relevan dengan bidang pekerjaan.
  • Sertakan dokumen-dokumen ini sebagai bukti prestasi dan kompetensi.
  • Hindari membawa dokumen yang tidak relevan dan berlebihan.

II. Penampilan Saat Interview

A. Bahasa Tubuh yang Percaya Diri

1. Menjaga Kontak Mata dengan Perekrut:
  • Tunjukkan rasa percaya diri dan antusiasme dengan menjaga kontak mata.
  • Hindari gugup dengan mengalihkan pandangan atau melihat ke bawah.
  • Bangun koneksi dan komunikasi yang baik dengan perekrut.
2. Duduk Tegak dan Memberi Gestur Wajar:
  • Duduklah tegak dengan postur yang baik dan sopan.
  • Hindari membungkuk, gelisah, atau memainkan rambut.
  • Berikan gestur yang wajar dan natural untuk menunjukkan rasa percaya diri.

B. Sapa Perekrut dengan Ramah dan Sopan

1. Ucapkan Salam dan Perkenalkan Diri dengan Jelas:
  • Ucapkan salam dan perkenalkan diri dengan jelas dan penuh antusiasme.
  • Jabat tangan perekrut dengan sopan dan ramah.
  • Tunjukkan kesan pertama yang positif dan profesional.
2. Hindari Penggunaan Bahasa Gaul:
  • Gunakan bahasa yang sopan dan formal saat berkomunikasi dengan perekrut.
  • Hindari penggunaan bahasa gaul, slang, atau kata-kata kasar.
  • Tunjukkan profesionalisme dan kematangan dalam berbicara.

III. Menguasai Jawaban atas Pertanyaan Umum

A. Ceritakan Tentang Diri Anda

1. Fokus pada Keterampilan dan Pengalaman Relevan:
  • Hindari menceritakan kisah hidup yang panjang dan tidak relevan.
  • Fokus pada keterampilan dan pengalaman yang sesuai dengan posisi yang dilamar.
  • Ceritakan secara singkat dan padat dengan poin-poin yang menarik.
2. Ceritakan Secara Singkat dan Padat:
  • Hindari jawaban yang bertele-tele dan berputar-putar.
  • Sampaikan informasi dengan jelas dan ringkas.
  • Tunjukkan kemampuan komunikasi yang baik dan efektif.

B. Kenapa Anda Tertarik dengan Posisi Ini?

1. Hubungkan Minat dengan Visi Perusahaan:
  • Tunjukkan pemahaman terhadap visi dan misi perusahaan.
  • Jelaskan bagaimana minat dan passion Anda selaras dengan tujuan perusahaan.
  • Bangkitkan rasa ingin tahu dan antusiasme perekrut.
2. Tunjukkan Semangat dan Antusiasme:
  • Tekankan antusiasme dan semangat Anda terhadap posisi yang dilamar.
  • Jelaskan apa yang ingin Anda capai dan pelajari di perusahaan.
  • Tunjukkan tekad dan motivasi yang kuat untuk berkembang.

IV. Strategi Menjawab Pertanyaan Situasi Kerja

A. Berikan Contoh yang Spesifik (STAR Method)

  • Tugas: Jelaskan tanggung jawab dan ekspektasi dari peran Anda.
  • Aksi: Detailkan langkah-langkah yang Anda ambil untuk mengatasi situasi tersebut.
  • Hasil: Ungkapkan pencapaian yang Anda peroleh dan dampak positif dari tindakan Anda.
Contoh Penggunaan STAR Method:

Perekrut: "Ceritakan tentang pengalaman Anda menghadapi tantangan di pekerjaan sebelumnya."

Jawab: 
(Situasi) "Saat bekerja sebagai asisten marketing di perusahaan X, tim kami mengalami kesulitan memenuhi target penjualan bulanan." 

(Tugas) "Sebagai asisten marketing, saya bertanggung jawab untuk membuat konten promosi yang menarik." 

(Aksi) "Saya berinisiatif untuk menganalisis data target audience dan kompetitor. Selain itu, saya juga mengusulkan untuk membuat konten promosi yang lebih kreatif dan relevan di media sosial." 

(Hasil) "Berkat langkah tersebut, penjualan bulanan berhasil meningkat 15% dan konten promosi kami mendapat respon positif dari target audience."

Dengan menggunakan STAR Method, Anda dapat memberikan jawaban yang terstruktur, jelas, dan menunjukkan kemampuan problem-solving Anda.

V. Mengajukan Pertanyaan Balik ke Perekrut

A. Tanyakan Hal Spesifik Terkait Peran dan Tim

1. Hindari Pertanyaan yang Bisa Dicari di Website Perusahaan:

Hindari mengajukan pertanyaan yang informasinya sudah tersedia di website perusahaan.
Tunjukkan bahwa Anda sudah melakukan riset sebelumnya.

2. Tunjukkan Keingintahuan dan Minat Belajar:

Ajukan pertanyaan yang spesifik terkait peran dan tim yang akan Anda bergabung.

Contoh: "Bagaimana budaya kolaborasi dalam tim ini?" atau "Apa saja tantangan terbesar yang dihadapi tim saat ini?"

Pertanyaan ini menunjukkan rasa ingin tahu dan minat Anda untuk belajar dan berkontribusi.

VI. Negosiasi Gaji dengan Percaya Diri (Optional)

A. Riset Kisaran Gaji untuk Posisi dan Tingkat Pengalaman

Sebelum interview, lakukan riset untuk mengetahui kisaran gaji standar untuk posisi dan tingkat pengalaman Anda.
Gunakan sumber-sumber terpercaya seperti website pencari kerja atau laporan gaji.

B. Sampaikan Ekspektasi Gaji Secara Profesional

Jika perekrut membahas gaji, sampaikan ekspektasi gaji Anda dengan percaya diri dan profesional.
Sebutkan angka yang sesuai dengan riset Anda dan kualifikasi yang Anda miliki.
Bersiaplah untuk bernegosiasi dengan wajar dan terbuka.
Tetap lanjutkan membaca untuk bagian selanjutnya: 

VII. Tindak Lanjut Setelah Interview

Setelah interview selesai, penting untuk melakukan tindak lanjut untuk menunjukkan keseriusan dan profesionalisme Anda.

A. Ucapkan Terima Kasih Melalui Email

Kirimkan email ucapan terima kasih kepada perekrut dalam waktu 24 jam setelah interview.
Ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan.
Tegaskan kembali minat Anda terhadap posisi yang dilamar.
Anda bisa secara singkat menyebutkan poin-poin penting yang dibahas selama interview untuk mengingatkan perekrut.

Contoh Email Ucapan Terima Kasih:

Yth. Bapak/Ibu [Nama Perekrut],

Terima kasih banyak atas waktu yang diluangkan untuk mewawancarai saya hari ini untuk posisi [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan].

Saya sangat menikmati diskusi kita tentang [sebutkan topik menarik yang dibahas saat interview]. Saya semakin yakin bahwa keterampilan dan pengalaman saya akan sesuai dengan kebutuhan tim [Nama Tim].

Saya sangat tertarik untuk menjadi bagian dari [Nama Perusahaan] dan berkontribusi terhadap pencapaian perusahaan.

Sekali lagi, terima kasih atas kesempatan ini. Saya berharap dapat segera mendengar kabar baik dari Bapak/Ibu.

Hormat saya,

[Nama Anda]

VIII. Menerima atau Menolak Tawaran Kerja

Jika Anda menerima tawaran kerja, pertimbangkan dengan cermat sebelum memberikan jawaban.

A. Pertimbangkan Kesesuaian Gaji dan Budaya Kerja
  • Bandingkan tawaran gaji dengan ekspektasi Anda dan riset yang Anda lakukan.
  • Pelajari lebih lanjut tentang budaya kerja dan lingkungan kerja perusahaan.
  • Pastikan gaji dan budaya kerja sesuai dengan keinginan dan harapan Anda.
B. Berikan Keputusan dengan Jelas dan Sopan
  • Jika Anda menerima tawaran kerja, sampaikan keputusan Anda dengan jelas dan sopan melalui email atau telepon.
  • Jika Anda menolak tawaran kerja, sampaikan alasan penolakan Anda dengan sopan dan profesional.
  • Ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan perusahaan.

IX. Kesalahan yang Harus Dihindari

Selama proses interview, ada beberapa kesalahan yang harus Anda hindari agar meninggalkan kesan yang baik.

A. Terlambat Datang ke Interview

Kedatangan tepat waktu menunjukkan profesionalisme dan rasa hormat Anda.
Hitung estimasi waktu perjalanan dan berangkat lebih awal untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga.

B. Memberikan Jawaban yang Bertele-tele dan Tidak Fokus

Hindari memberikan jawaban yang bertele-tele dan tidak fokus pada pertanyaan.
Sampaikan jawaban dengan jelas, ringkas, dan fokus pada poin-poin penting.

C. Bersikap Negatif atau Menjelek-jelekkan Perusahaan Lama

Hindari membicarakan hal-hal negatif tentang perusahaan lama Anda.
Fokuslah pada pencapaian Anda dan alasan Anda mencari pekerjaan baru.

X. Menjaga Sikap Positif dan Tetap Semangat

Pencarian kerja bisa memakan waktu dan proses interview bisa jadi menegangkan. Hal terpenting adalah menjaga sikap positif dan tetap semangat.

A. Anggap Interview sebagai Pengalaman Belajar

Setiap interview adalah pengalaman belajar yang berharga.
Evaluasi penampilan Anda dan pelajari dari setiap interview yang Anda jalani.

B. Jangan Putus Asa dan Terus Berusaha

Tolak penolakan dan teruslah berusaha.
Jangan mudah menyerah dan teruslah mencari peluang pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kualifikasi Anda.

XI. Tips Bonus: Manfaatkan Jejaring dan Koneksi

Manfaatkan jejaring dan koneksi yang Anda miliki untuk mendapatkan informasi dan peluang kerja.

A. Hubungi Senior atau Alumni Perusahaan

Hubungi senior atau alumni perusahaan yang Anda lamar untuk mendapatkan informasi tambahan.
Mereka mungkin bisa berbagi pengalaman dan tips untuk interview di perusahaan tersebut.

B. Cari Informasi Tambahan dari Sumber yang Relevan

Ikuti media sosial perusahaan atau baca berita terbaru tentang perusahaan.
Ini akan membantu Anda mengetahui lebih banyak tentang perusahaan dan menunjukkan keseriusan Anda.

XII. Latihan Membuat Mock Interview

Melakukan latihan interview atau mock interview dapat membantu Anda merasa lebih siap dan percaya diri saat interview sebenarnya.

A. Berlatih dengan Teman atau keluarga

Mintalah teman atau keluarga Anda untuk berperan sebagai perekrut dan ajukan pertanyaan-pertanyaan interview yang umum.
Berlatihlah menjawab pertanyaan dengan jelas, ringkas, dan percaya diri.

B. Rekam Video Diri Sendiri untuk Mengevaluasi Penampilan

Rekam video diri Anda sendiri saat berlatih menjawab pertanyaan interview.
Ini akan membantu Anda untuk mengevaluasi penampilan, bahasa tubuh, dan komunikasi verbal Anda.
Anda bisa mengidentifikasi kekurangan dan memperbaikinya sebelum interview sebenarnya.

XIII. Percaya Diri adalah Kunci!

Kepercayaan diri adalah kunci sukses dalam interview kerja. Percaya pada kemampuan dan potensi diri Anda sendiri.

A. Yakini Kemampuan dan Potensi Diri Sendiri

Percaya diri tidak sama dengan sombong.
Yakini bahwa Anda memiliki kemampuan dan potensi yang sesuai dengan posisi yang Anda lamar.
Tunjukkan antusiasme dan keseriusan Anda untuk belajar dan berkembang.

B. Tunjukkan Semangat dan Keseriusan

Tunjukkan semangat dan keseriusan Anda untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
Tekankan bagaimana Anda dapat berkontribusi terhadap pencapaian perusahaan.
Pewawancara ingin melihat semangat dan motivasi Anda untuk bekerja di perusahaan mereka.

Dengan mengikuti tips-tips yang disebutkan di atas, Anda dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi interview kerja. Ingat, persiapan yang matang dan sikap yang positif akan membawa Anda selangkah lebih dekat untuk mendapatkan pekerjaan impian!

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url